De hutkoffer is leeg.
In de platenkoffer
nog een paar lp’s.
Toch komt er telkens iets tevoorschijn
wanneer ik ze open.
Een foto.
Een lied.
Een herinnering.
Een vraag.

Soms zelfs een verhaal
waarvan ik nog niet wist
dat het bestond.
De reis is voorbij.
De spullen uitgepakt.
De jaren verstreken.
En toch lijkt niets
echt verdwenen.
Niet zolang een foto
een gezicht terugbrengt.
Niet zolang een lied
een kamer kan vullen
met mensen die er niet meer zijn.
Misschien bewaren voorwerpen
meer dan wij vermoeden.
Een hutkoffer.
Een platenkoffer.
Twee stille getuigen
van een overtocht.
Niet van wat werd meegenomen.
Maar van wat bleef.
Uit: Ik was daar nog even
Mijmermomenten – Patrick Wouters
Bahasa Indonesia version:
Koper itu sudah kosong, tetapi aku masih penuh olehnya
Koper perjalanan itu sudah kosong.
Di dalam koper piringan hitam
masih tersisa beberapa LP.
Namun setiap kali kubuka keduanya,
selalu ada sesuatu yang muncul.
Sebuah foto.
Sebuah lagu.
Sebuah kenangan.
Sebuah pertanyaan.
Kadang bahkan sebuah kisah
yang sebelumnya tak pernah kuketahui
ada.
Perjalanan telah usai.
Barang-barang telah dikeluarkan.
Tahun-tahun telah berlalu.
Namun rasanya
tak ada yang benar-benar hilang.
Selama sebuah foto
masih dapat menghadirkan kembali
sebuah wajah.
Selama sebuah lagu
masih dapat memenuhi sebuah ruangan
dengan orang-orang
yang sudah tiada.
Sebuah koper perjalanan.
Sebuah koper piringan hitam.
Dua saksi bisu
sebuah penyeberangan.
Bukan tentang apa
yang pernah dibawa.
Melainkan tentang
apa yang tetap tinggal.













